Ratusan mahasiswa Indonesia sudah mendaftar dan siap kembali ke Mesir. Perjalanan mereka akan ditanggung pemerintah. Hal ini dikatakan Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Ananta Kusuma Seta, baru-baru ini, di Jakarta.
Krisis politik yang melanda negara Mesir sampai saat ini belum juga usai. Konflik ini tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat di berbagai belahan dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Bahkan demi melindungi mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir, pemerintah Indonesia melakukan efakuasi warga Indonesia yang saat ini masih berada di Mesir. Evakuasi berjalan dalam enam kloter dimana jumlah warga Indonesia yang di evakuasi mencapai lebih dari 2.000 orang.
Saat ini pemerintah masih membuka pendaftaran bagi para mahasiswa yang ingin kembali ke Mesir. Pendaftaran dibuka hingga akhir Maret, baik melalui telepon 021-51226002 atau 0821-24237360 maupun website www.kemdiknas.go.id serta www.kln.dikti.go.id.
Belum semua mahasiswa mendaftar dengan berbagai alasan. "Sebagian besar masih ada kendala, seperti visanya habis, paspornya habis. Nah ini yang akan kita bantu pengurusannya," ujar Ananta.
Ada juga mahasiswa yang bingung dan kesulitan memperoleh informasi soal pendaftaran. Beberapa masalah diantaranya adalah, sulitnya menghubungi atau mengakses web yang disediakan oleh pemerintah.
Krisis politik yang melanda negara Mesir sampai saat ini belum juga usai. Konflik ini tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat di berbagai belahan dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Bahkan demi melindungi mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir, pemerintah Indonesia melakukan efakuasi warga Indonesia yang saat ini masih berada di Mesir. Evakuasi berjalan dalam enam kloter dimana jumlah warga Indonesia yang di evakuasi mencapai lebih dari 2.000 orang.
Saat ini pemerintah masih membuka pendaftaran bagi para mahasiswa yang ingin kembali ke Mesir. Pendaftaran dibuka hingga akhir Maret, baik melalui telepon 021-51226002 atau 0821-24237360 maupun website www.kemdiknas.go.id serta www.kln.dikti.go.id.
Belum semua mahasiswa mendaftar dengan berbagai alasan. "Sebagian besar masih ada kendala, seperti visanya habis, paspornya habis. Nah ini yang akan kita bantu pengurusannya," ujar Ananta.
Ada juga mahasiswa yang bingung dan kesulitan memperoleh informasi soal pendaftaran. Beberapa masalah diantaranya adalah, sulitnya menghubungi atau mengakses web yang disediakan oleh pemerintah.
Salah satu contohnya adalah Liza Azizah, mahasiswi asal Karawang Timur, Jabar. Meski sudah mengurus persayaratan, ia belum tahu kapan bisa berangkat ke Mesir.
"Sampai sekarang belum ada kepastian kapan akan dipulangkan? Sampai sekarang kita masih nunggu untuk dipulangkan ke Mesir," ujar Liza Azizah.
Referensi : Liputan6.com
"Sampai sekarang belum ada kepastian kapan akan dipulangkan? Sampai sekarang kita masih nunggu untuk dipulangkan ke Mesir," ujar Liza Azizah.
Referensi : Liputan6.com
0 comment(s) to... “Mahasiswa Indonesia dan Mesir”
0 komentar:
Posting Komentar