KENDARI, KOMPAS.com - Warga Pulau Sagori, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dalam sepekan terakhir ini resah karena isu bajak laut yang beroperasi di wilayah perairan laut pulau tersebut dan sekitarnya.
"Sudah sepekan ini, kami warga Sagori tak dapat melaut lagi karena takut adanya isu bajak laut yang beroperasi sekitar Pulau Sagori," kata Kepala Dusun Pulau Sagori, La Riyfu melalui telepon dari Sagori, Rabu kemarin.
La Riyfu mengaku, saat pertama kali isu bajak laut itu merebak pekan lalu, warga pulau Sagori masih aktif melakukan aktifitas sebagai nelayan. Namun belakangan ini, nelayan yang melaut kerap kali kejar-kejaran dengan kapal asing yang mereka sendiri tidak tahu asal muasal kapal tersebut. "Nelayan kami sering dikejar kapal yang tidak dikenal, saat ini kami tidak berani lagi melaut," katanya.
Menurut La Riyfu, isu yang beredar di masyarakat Sagori, kapal yang dianggap sebagai bajak laut tersebut berasal dari Australia yang sebagian awaknya warga Papua. "Kita tidak tahu, apa sesungguhnya aktifitas kapal yang sering mengejar warga nelayan di sekitar Pulau Sagori tersebut," katanya.
La Riyfu berharap pihak petugas dari Polres Bombana maupun Polres Buton, agar segera turun lapangan, memeriksa aktifitas awak kapal yang sudah meresahkan warga nelayan Pulau Sagori tersebut. "Jika keadaan ini terus dibiarkan, warga kami penghuni Pulau Sagori bisa mati kelaparan, karena kehidupan kami sangat tergantung dari hasil melaut," katanya.
Sumber : Kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar